Visit Us On InstagramVisit Us On FacebookVisit Us On Youtube

Berbekal Semangat dan Keramahan ‘Lady Oyster’ Hadapi Musibah Tsunami

 

Bencana tsunami di Kesennuma menghancurkan rumah dan usahanya. Tapi sang ‘Lady Osyter’ tetap penuh semangat hadapi musibah yang menimpanya.

Gempa 9 skla richter di Tohoku menyebabkan gelombang tsunami yang menyapu kawasan Kasennuma, prefektur Miyagi. Persis tsunami di Aceh, tanggal 11 Maret 2011 air bah menyapu semua yang ada. Bangunan bertingkat, jembatan, pabrik hingga rumah. Tak terkecuali rumah kediaman Ichiyo Kanno, di Sibitachi Kesennuma, Miyagi.

Rumah berlantai 3 ikut hancur,kapal yang dipakai untuk usaha peternakan tiram ikut lenyap disapu gelombang tsunami. ‘Wah, senangnyaa…’, teriak Ichiyo menyambut kami yang datang dari Jakarta (15/3).

Wajah cantiknya terlihat ceria dengan mata berbinar serta teriakan khasnya yang melingking riang. Satu persatu disalami dan dipeluknya. Kami tinggal di Tsunakan, guest house miliknya yang dulu tempat tinggalnya sebelum tsunami.

Berbekal Semangat dan Keramahan 'Lady Oyster' Hadapi Musibah Tsunami
Foto: Adityayoga

Di rumah ini tersedia kamar-kamar yang bisa disewa buat mereka yang ingin melihat-lihat kawasan pelabuhan kecil Sibitachi. Tarifnya 8000 yen semalam.

‘Saat tsunami datang saya berlari kencang naik ke atas bukit. Gelombang air mengejar tepat di belakang saya. Tak ada waktu lagi untuk apapun kecuali lari sekencang mungkin. Saat tiba di atas perbukitan, saya menoleh ke depan dan semuanya hilang disapu gelombang,’ sepenggal cerita dituturkan Ichiyo sambil mengajak kami melihat rumah tinggal dan pondok mungil di atas bukit.

Bersama suami ia kembali menata usaha perternakan tiramnya dari awal. Tsunakan menjadi bisnis lain yang ditangani Ichiyo. Bencana tsunami justru mengirim banyak orang ke Tsunakan untuk merasakan kehangatan keluarga Kesennuma. Bersahaja, apa adanya dan selalu ceria.

Berbekal Semangat dan Keramahan 'Lady Oyster' Hadapi Musibah Tsunami
Foto: detikfood

Hasil tiram yang dipanennya dikirim ke Ishiwata Shoten untuk diolah menjadi Milky Oyster Sauce. Jika pengunjung ingin menikmati tiram segar bisa singgah pondok kayu yang ada dermaga.

Dengan membayar 1500 yen selusin tiram atau tiram dan scallop segar bisa dinikmati. Tiram dan scallop ditaruh di atas kotak besi yang dilengkapi kompor bawahnya. Ditutup kemudian dipanaskan sekitar 15 menit.

Berbekal Semangat dan Keramahan 'Lady Oyster' Hadapi Musibah Tsunami
Foto: detikfood

Tiram dan scallop merekah berikut bagian oranye melingkar di pinggirnya panas mengepul. Disediakan shoyu dan iar jeruk lemon untuk menikmatinya. Dilengkapi nasi putih, miso soup dan ocha hangat.

Kalau tak mahir membuka sendiri, akan dibantu membuka cakang tiram. Tiram hangat yang lembut juicy terasa lumer enak di mulut. Apalagi scallop yang crunchy manis pun siap diangkat dari cangkangnya.

Berbekal Semangat dan Keramahan 'Lady Oyster' Hadapi Musibah Tsunami
Foto: detikfood

Sang ‘Lady Oyster’ selalu sibuk mengecek kalau ada tamu memerlukan sesuatu. Dengan wajah selalu ceria, Ichiyo Kanno pun terkenal akan keramahannya. Tak ada lagi yang kesedihan akibat bencana yang tersisa. ‘Apapun itu harus dihadapi,’ ujarnya sambil senyum saat ditanya soal kesulitan hidup.

(odi/odi)

Source: Berbekal Semangat dan Keramahan ‘Lady Oyster’ Hadapi Musibah Tsunami